-->

5 Tempat Wisata di Kota Mataram Lombok Yang Wajib Diketahui

Tempat Wisata di Kota Mataram – Sejauh ini orang ada banyak terdiam dengan keelokan wisata Pulau Bali, walau sebenarnya pulau tetangga samping Bali mempunyai keelokan objek wisata yang tidak kalah menariknya. Ya, ialah Pulau Lombok yang kita bahas. Berlainan dengan Bali, tempat wisata di Lombok termasuk baru disentuh oleh pelancong. Bahkan juga untuk Anda yang inginkan wisata lebih damai, Pulau Lombok pantas jadi salah satunya referensi di mana dia belum sepadat Pulau Bali hingga masih bisa menyajikan situasi yang lebih natural dan asri.

Tempat Wisata di Kota Mataram
Wisata di Kota Mataram


Saat Anda bertandang ke Pulau Lombok, karena itu kurang cocok rasanya jika Anda tidak coba mengunjungi beberapa tempat wisata Kota Mataram. Sebagai ibu–kota Lombok, Kota Mataram sudah jadi pusat kegiatan pemerintah, pengajaran dan budaya. Selanjutnya Kota Mataram ini pasalnya mempunyai beberapa macam objek wisata berlainan yang bisa ditelusuri dalam kurun waktu sehari saja. Oleh karenanya benar–benar direferensikan untuk Anda yang liburan ke Pulau Lombok untuk masukkan tour ke tempat wisata di Kota Mataram dalam daftar berlibur Anda. Berikut sebagai lima objek wisata yang bisa Anda datangi saat ada di Kota Mataram.


Taman Air Mayura


Lokasi wisata ini berada di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram atau dapat disebutkan di pusat usaha dari Pulau Lombok. Taman Mayura kenyataannya menyimpan riwayat tertentu terkait kerajaan di Lombok Nusa Tenggara. Taman yang dibuat oleh Anak Agung Ngurah Karangasem di tahun 1744 ini dinamakan Mayura yang mempunyai makna burung merak dalam Bahasa Sanskerta. Dinamakan burung merak karena kabarnya pada jaman dulu wilayah taman ini banyak ularnya hingga dihadirkan burung–burung merak untuk menyingkirkannya supaya warga–warga dapat berdoa dengan tenang. Dengan luas 244, 6 m X 138, 5 m, Pura Taman Air Mayura terdiri jadi dua tempat yaitu tempat taman air dan tempat pura.

Situasi yang ditawari oleh tempat wisata di Kota Mataram satu ini bagus sekali di mana Anda segera dapat rasakan atmosfir alam yang asri, nuansa relijius dan monumental. Di tempat taman airnya, Anda disajikan panorama taman yang teratur rapi karena Pemda di tempat memang menjaganya supaya terlihat asri. Taman yang dipagari oleh beberapa pohon manggis dengan rumput hijau gembur akan membuat Anda rasakan kenyamanan saat ada di sana. Di aman air juga Anda akan merasakan kolam yang di tengah–tengahnya ada satu bangunan atau gili—Bahasa Sanskerta dari pulau kecil. Seterusnya karena tertutup oleh jejeran pohon manggis, beberapa pengunjung yang selanjutnya melewati tempat pura di Mayura ini. Berada di ujung, Anda bisa menuemui empat pura khusus yakni Pura Gunung Rinjani, Pura Ngelurah, Pura Padmasana, dan Pura Gedong—atau kerap disebutkan Pura Jagad Rana. Komplek pura ini terbuka untuk umum dan tidak dieksklusifkan untuk umat Hindu saja. Walau juga memang pada perayaan–perayaan hari raya umat Hindu, tempat pura ini jadi tertutup untuk umum.

Pura Meru Mataram


Sama berada di pusat usaha Cakranegara, Kota Mataram dan sama dibuat oleh Anak Agung Ngurah Karangasem—Pura Meru terlebih dulu dibuat pada 1720. Jika Anda berkunjung Taman Wisata Pura Taman Air Meyura karena itu Anda harus sekaligus berkunjung Pura Meru. Pura Hindu paling besar di Pulau Lombok ini menyuguhkan panorama bangunan dengan kombinasi sentuhan Jawa Kuno dan Lombok yang teratur rapi. Pada jaman dulu, pura ini diperuntukkan sebagai tempat perundingan dan mengadili beberapa orang yang lakukan kejahatan. Sekarang ini walau sebagian besar warga Pulau Lombok telah merengkuh Islam, tetapi Pura Meru masih berperan sebagai tempat bersembahyang umat Hindu dan tempat wisata di Kota Mataram.

Pura ini terdiri jadi 3 sisi di mana didalamnya ada 33 sangkal warna putih yang menyimbolkan 33 dusun yang dulu turut serta dalam pembangunan pura ini. Atapnya berupa meru yang bertingkat. Dari ke–3  pura, satu diantaranya mempunyai meru 11 tingkat, yakni Pura Syiwa (Dewa Keruntuhan dalam Hindu). Dalam pada itu dua pura yang lain yaitu Pura Wishnu (Dewa Pemelihara dalam Hindu) dan Pura Brahma (Dewa Pembuat dalam Hindu) mempunyai atap 9 atur saja. Pura itu masing–masing dibagi oleh tembok dan disitu ada 3 pintu untuk masuk ke dalamnya. Meskipun begitu Pura Brahma dan Pura Syiwa pintunya cuman dibuka satu tahun sekali yakni tiap 23 September atau di saat perayaan Piodalam. Selainnya Pura, bangunan lain yang memikat pada kompleks lokasi wisata ini ialahsekepat atau gazebo empat tiang dan sake ulu atau gazebo delapan tiang. Untuk beli cindera mata Anda langsung bisa ke arah Pasar Cakranegara yang berada di samping barat Pulau Meru. Dalam masalah ini saat berkunjung komplek Pura Meru, Anda harus kenakan kain panjang warna kuning memiliki motif yang disiapkan oleh faksi pengurus.

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat


Berekreasi riwayat di Kota Mataram bisa dilaksanakan dengan berkunjung Museum Negeri Nusa Tenggara Barat yang berada di Jl. Panji Tilar Negara Tanjung Karang, Kecamanan Ampenan. Disahkan pada 23 Januari 1982 oleh pemerintahan Menteri Pengajaran dan Kebudayaan Dr. Daoed Joesoef, museum ini diperuntukkan sebagai tempat untuk lakukan kepentingan riset. Minimal ada 7.000 buah koleksi dari Museum Negeri Nusa Tenggara yang mencakup koleksi riwayat, budaya, arkeologi, keramik, geologi dan biologi. Koleksi itu salah satunya adalah keris bergagang emas; beberapa ribu dokumen tulisan di atas daun lontar; kitab suci tulisan tangan kuno; beberapa jenis mata uang sejak dahulu sampai sekarang; hasil kerajinan Suku Sasak; dan tiruan Taman Nasional Gunung Rinjani, Candi Prambanan, Candi Borobudur dan lain–lain. Bisa disebutkan jika Museum ini sebagai museum terkomplet di daerah Nusa Tenggara Barat.

Kekhasan museum ini adalah Anda akan disongsong dengan awetan buaya muara di depannya yang mempunyai panjang 4 mtr. dan lebar 1 mtr.. Buaya yang dipandang menggelisahkan masyarakat ini dibunuh, diawetkan dan dipampang di museum semenjak tahun 2010 kemarin. Disamping itu kekhasan lain dari Museum Negeri ini adalah beberapa koleksinya yang dipercayai mempunyai kekuataan gaib seperti penangkal arwah lembut, pengusir arwah jahat, dan penangkal petir. Anda bisa berkunjung museum ini sama sesuai agendanya yakni jam 08.00–14.00 WITA di hari Selasa – Kamis dan Minggu, 08.00–11.00 WITA di hari Jumat, dan 08.00–12.30 WITA di hari Sabtu. Anda tak perlu cemas berkenaan ongkos karena museum ini memutuskan biaya masuk yang termasuk rendah.

Teritori Kota Tua Ampenan


Tempat wisata di Kota Mataram seterusnya yang paling direferensikan untuk didatangi adalah teritori Kota Tua Ampenan. Berada di tepian selat Lombok—selat yang pisahkan Pulau Lombok dan Pulau Bali, Kota Tua Ampenan sebagai wilayah pelabuhan yang dikuasai oleh panorama bangunan–bangunan tua warisan dari periode penjajahan Belanda. Dulunya Dermaga Ampenan jadi pusat perdagangan terpenting di Lombok, tetapi semenjak tahun 1970 pelabuhan ini mulai sepi dari kegiatan perdagangan dan harus ditutup karena gelombang laut Selat Lombok yang besar. Bukannya seutuhnya ditelantarkan, Pemerintahan Kota Mataram malah menjaga sisa Dermaga Ampenan ini jadi lokasi wisata untuk menarik pelancong. Ini membuat Kota Tua Ampenan sah menjadi satu diantara dari 43 kota dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di bulan Juni tahun 2013 kemarin.

Bangunan–bangunan di Kota Tua Ampenan dalam masalah ini bukan hanya cantik untuk dikagumi dan jadi background untuk beberapa foto. Beberapa bangunan digunakan oleh masyarakat sebagai gudang, toko dan tempat makan. Oleh karenanya tak perlu kelaparan karena Anda dapat sekalian wisata kulineran di beberapa warung pedagang sekitaran teritori Kota Tua Ampenan. Disamping itu, Anda dapat juga berkunjung Pantai Ampenan yang terhitung dalam kompleks sisa kota dermaga ini semenjak lewat pengaturan oleh Pemerintah kota di tempat. Walau Pantai Ampenan tidak menyuguhkan wisata bawah laut yang cukup cantik untuk snorkeling, tetapi pantai ini cukup membahagiakan untuk berenang, main air dan pasir dan nikmati sunrise dan sunset. Disamping itu karena gelombangnya yang cukup melawan, Pulau Ampenan—tepatnya di muara Sungai Jangkok—dapat jadi lokasi yang pas untuk lakukan surfing di bulan–bulan tertentu.

Pusara Loang Baloq


Masih di teritori Ampenan, persisnya di Kelurahan Tanjung Karang ada tempat wisata di Kota Mataram namanya Pusara Loang Baloq, yang cuman terpisah jalan lingkar Kota Mataram dari Kota Tua Ampenan. Kompleks Penyemayaman ini simpan beberapa puluh jasad, tetapi salah satunya ada tiga pusara yang dipandang sakral. Pusara yang berada di lubang tepat di bawah pohon beringin sebagai pusara ulama besar dari Jazirah Arab Maulana Syech Gaus Abdurrazak yang disebut penebar agama Islam di Lombok. Lantas pusara di lubang besar dari sisi adalah pusara Anak Yatim dan pusara yang lain adalah pusara Datuk Laut.

Lokasi pemakasam Loang Baloq memang menyengaja dibangun untuk kenang kembali jasa dari Maulana Syech Gaus Adurrazak. Oleh karenanya pusara ini juga mengundang peziarah Islam yang tiba untuk berdoa supaya roh dari Maulana Syech Gaus Abdurrazak diterima disebelah Allah SWT. Selainnya berdoa, peziarah biasa menaburkan bunga di tengah–tengah pusara Maulana Syech Gaus Abdurrazak. Disamping itu di Pusara Loang Baloq biasa diselenggarakan juga ritus cukur rambut anak balita yang disebutkan ngurisang oleh Suku Sasak. Seterusnya dari Pusara Loang Baloq, pelancong dapat sekalian berwisata ke Pantai Tanjung Karang yang cuman berada di seberang jalan rayanya. Di Pantai Tanjung Karang ada kolam raksasa dan beberapa pemondokan yang dibuat bersamaan dengan jejeran pohon kelapa. Ini membuat Pantai Tanjung Karang sebagai lokasi santai yang nyaman untuk memandang matahari keluar atau tenggelam sekalian nikmati jagung bakar.

Begitu sebagai lima tempat wisata di Kota Mataram yang bisa Anda kunjungi jika melakukan perjalanan berlibur ke Pulau Lombok. Tidak bisa disangkal jika Kota Mataram sanggup menyajikan paket wisata yang terbagi dalam beragam tipe objek dan situasi dari reliji, alam, dan riwayat. Disamping itu lokasinya yang sama–sama bersisihan juga benar–benar mendukung di mana hal itu mempermudah fasilitas dan transportasi pengunjung untuk berkunjung masing–masing tempat wisata menarik itu tanpa banyak menghamburkan waktu. Di lain sisi, ingat Kota Mataram sebagai kota administratif, Anda juga tak perlu dipusingkan juga untuk pikirkan tempat bermalam karena banyak hotel, rumah pemondokan, atau vila yang bisa Anda jumpai setiap pojok kota ini.
LihatTutupKomentar